Konten Digital Dibatasi, Guru dan Siswa Banten Fokus pada Pembelajaran

Pendidikan

Pemerintah Provinsi Banten baru-baru ini menerapkan kebijakan kontroversial yang melarang guru dan siswa SMA/SMK membuat konten digital di lingkungan sekolah. Kebijakan ini mulai diuji coba selama tiga bulan dengan tujuan utama mengembalikan fokus proses belajar-mengajar tanpa gangguan dari media sosial atau platform digital lainnya. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran akan penurunan kualitas interaksi edukatif akibat terlalu banyaknya aktivitas pembuatan video, foto, atau siaran langsung (live streaming) selama jam pelajaran.

Menurut Dinas Pendidikan Banten, larangan ini bukan berarti menolak perkembangan teknologi, melainkan untuk memastikan bahwa ruang kelas tetap menjadi tempat yang kondusif bagi pendidikan. “Kami ingin siswa benar-benar hadir secara mental, bukan hanya fisik. Begitu juga guru—perhatian mereka harus penuh pada pengajaran,” ujar seorang pejabat dinas. Meski demikian, beberapa pihak menilai kebijakan ini terlalu keras, terutama di era di mana literasi digital justru menjadi bagian penting dari kurikulum nasional.

Uji coba tiga bulan ini akan dievaluasi secara berkala. Jika terbukti efektif meningkatkan konsentrasi dan prestasi akademik, kebijakan bisa diperluas atau bahkan diadopsi oleh daerah lain. Namun, jika menimbulkan resistensi atau dampak negatif, revisi akan segera dilakukan.

Sementara dunia pendidikan beradaptasi, hiburan digital tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bagi yang mencari hiburan ringan setelah rutinitas belajar atau bekerja, Indobet menawarkan pengalaman bermain yang seru dan aman.